Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, tujuh nelayan Malaysia yang telah ditangkap karena mencuri ikan di perairan Indonesia tetap akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.”Mereka (tujuh nelayan Malaysia) sedang diproses oleh pihak yang berwenang,” kata Marty seusai menghadiri pidato kenegaraan Presiden RI di Gedung MPR/DPR/DPD di Jakarta, Senin.Menlu juga memaparkan, para nelayan itu merupakan rakyat biasa dan kemungkinan besar setelah diproses akan dikembalikan kepada pihak keluarga mereka.Di lain pihak, Marty juga menegaskan bahwa pihaknya juga akan berupaya dengan seoptimal mungkin untuk bisa mengembalikan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) yang ditahan oleh pihak kepolisian Malaysia.”Lebih cepat lebih baik,” kata Menlu saat ditanya wartawan mengenai apakah terdapat target terkait dengan penjadwalan pembebasan petugas DKP tersebut.Sementara itu, lembaga swadaya masyarakat Koalisi untuk Keadilan Perikanan (KIARA) meminta agar pemerintah jangan sampai melakukan proses “tukar guling” antara tiga petugas DKP yang ditahan.”Pemerintah tidak boleh mempertaruhkan masa depan penegakan hukum di laut dengan `menukar guling` pembebasan petugas DKP yang ditangkap Malaysia, dengan pencuri ikan asal Malaysia,” kata Sekretaris Jenderal KIARA, Riza Damanik, kepada ANTARA di Jakarta, Senin.Rizal menegaskan, proses hukum terhadap pencuri ikan harus segera ditindak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.Selain itu, lanjutnya, insiden tersebut juga menunjukkan bahwa kinerja dari Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) perlu dilakukan evaluasi total dan menyeluruh.Sebelumnya, tiga aparat Pengawas Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri ditangkap oleh Polisi Malaysia pada Jumat, 13 Agustus 2010.Saat itu lima orang petugas DKP Provinsi Kepri yang tengah berpatroli dengan menggunakan kapal Dolphin 015, memergoki lima kapal nelayan Malaysia tengah mencuri ikan di perairan Tanjung Berakit, sebelah utara Pulau Bintan.Akibat keterbatasan personel, aparat Pengawas Perikanan DKP Provinsi Kepri membagi tugas, di mana tiga orang membawa kapal nelayan Malaysia dengan cara digandeng satu sama lainnya.Sedangkan dua orang lainnya mengamankan tujuh nelayan Malaysia dalam kapal DKP. Dalam perjalanan menuju markas Polair Polda Kepri, iring-iringan aparat DKP Kepri dihadang oleh Polisi Malaysia yang meminta agar tujuh nelayan itu dibebaskan.